Tahukah kamu, saat ini kita sedang memasuki era serba canggih atau teknologi salah satunya adalah eLearning.

Sama halnya di dunia pendidikan. Globalisasi saat ini atau yang biasa kita sebut dengan revolusi industri 4.0 telah mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia.

Pendidikan 4.0 ditandai dengan cepatnya perkembangan teknologi.

Teknologi yang berkembang pada dasarnya telah dirasakan oleh semua pihak dan kalangan.

Bahkan anak-anak sejak kecil sudah terbiasa dengan akses digital seperti menonton video melalui youtube.

Sadarkah kita? Mulai dari bangun tidur, sampai akan tidur lagi, kita tidak lepas dari gadget.

Jika dahulu telepon hanya bisa digunakan untuk berkomunikasi secara verbal, sekarang fungsinya sudah semakin banyak.

Mulai dari bertukar kabar melalui media sosial, mengirim uang, hingga buka rekening tabungan.

Bila dipikir kembali, kemajuan teknologi telah merubah banyak profesi, bahkan banyak profesi yang sudah digantikan oleh mesin.

Oleh karena itu, Pendidikan 4.0 memiliki peran penting.

Salah satunya dalam menghadapi tuntutan pengembangan sumber daya manusia di era global.

Apa itu Pendidikan 4.0?

pendidikan
Ilustrasi eLearning

Melihat banyaknya perubahan yang terjadi di era globalisasi, pendidikan pun mengalami transformasi.

Mulai dari eLearning, edutech, atau yang kita sebut semua serba online.

Dari yang awalnya belajar mengajar hanya terjadi di runag kelas.

Namun, sekarang belajar dapat dilakukan di mana saja.

Atau tidak dibatasi oleh tempat dan jarak sebagai sumber informasi.

Dari guru yang menjadi pemimpin di kelas, sekarang siswa/i bisa menjadi guru dan sebaliknya.

Hal tersebut terjadi mengingat dengan adanya tuntutan pengembangan sumber daya manusia.

Mesin-mesin yang bisa menggantikan manusia, membuat resah banyak orang.

Bagaimana tidak, lulusan sekolah semakin banyak, namun lapangan pekerjaan semakin dikit.

Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah mereformasi sistem belajar.

Selain itu, peran tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Tujuannya agar melahirkan lulusan yang berkualitas dan mampu meningkatkan daya saing bangsa.

Proses Transformasi eLearning

Pada kurikulum KTSP 2006, ada satu pelajaran yang namanya Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).

Pelajaran tersebut diberikan saat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan dilanjutkan pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Namun tidak jarang juga sekolah mulai memperkenalkan cara mengoperasikan komputer sejak Sekolah Dasar (SD) jika sekolah tersebut memiliki lab komputer.

Kemudian kurikulum KTSP 2006 diganti dengan kurikulum 2013 yang di mana tidak ada lagi mata pelajaran Teknologi Informasi Komunikasi.

Kurikulum ini mengintegrasikan semua pelajaran dengan teknologi.

Kita dapat melihat bahwa pendidikan sudah mengarah ke peningkatan kualitas manusia dengan dibekali kemampuan teknologi.

Bahkan ada juga sekolah yang mulai mengajarkan muridnya dengan coding sejak sekolah dasar.

Hal tersebut dikarenakan mampu mengoperasikan komputer saja tidak cukup.

Bukti Nyata Pendidikan 4.0

Selain teknologi, pendidikan abad 21 juga mendapatkan tuntutan untuk menjamin siswa/I dapat berinovasi.

Contoh nyatanya antara lain bimbel online Ruangguru.com, Zenius.net, Kelaspintar.id, eLearning UT, dsb.

Bahakn memiliki keterampilan teknologi, menggunakan media informasi.

Serta dapat bekerja dan terus berkembang dengan keterampilan yang mereka miliki.

Selain itu, Pendidikan 4.0 juga harus menerapkan life skill kepada peserta didiknya.

Tujuannya agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.

Jangan sampai hidup sudah dimudahkan oleh teknologi membuat seseorang menjadi orang yang manja.

Jika ini terjadi, tidak menutup kemungkinan manusia akan semakin lenyap oleh mesin.

Keahlian juga dibutuhkan oleh setiap individu untuk tetap bisa bekerja di era globalisasi ini.

Jika dulu para pencari kerja dipertanyakan dari mana mereka lulus, rupanya pertanyaan tersebut sudah berubah.

Pertanyaan yang sering kali dipertanyakan oleh perusahaan adalah “Apa keahlianmu?” dan “Apa yang bisa kamu lakukan dan berikan untuk perusahaan ini?”.

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kita dapat mengetahui bahwa perusahaan-perusahaan mencari karyawan-karyawan yang memiliki keahlian.

Bukan hanya pintar berteori, bukan hanya nilai IPK yang besar, tetapi kontribusi apa yang bisa kamu berikan.

Maka dapat disimpulkan bahwa transformasi pendidikan haruslah membekali siswanya dengan kemampuan menggunakan teknologi, lifes skill, berinovasi, dan mengasah keahlian.

Catatan: Jika artikel ini berguna bagi teman-teman, silahkan disebarluaskan ya. Terimakasih.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *